Cara Budidaya Melon Menggunakan Polybag

Budidaya Melon Menggunakan Polybag

Melon sebagai salah satu buah yang banyak disukai orang. Langkah budidaya melon juga sangat gampang dan dapat dilakukan di rumah dengan memakai polybag.

Buah ini umumnya dipakai sebagai sajian pencuci mulut atau dibuat jadi juice fresh yang banyak mengandung nutrisi.

Langkah menanam melon tidak selalu harus di tempat terbuka dan luas, tetapi dapat ditanamkan di tempat terbatas seperti pekarangan rumah.

Pasti bagus sekali bila mempunyai kebun melon di halaman rumah sendiri, kan?

Apa lagi harga melon yang dijual di pasar lumayan mahal.

Sempatkan sedikit waktumu, silahkan dalami langkah budidaya melon di halaman rumah ini yuk!

Persyaratan Tumbuh Melon

Sebelum mengenali langkah budidaya melon, pertama kali kamu harus tahu apa persyaratan tumbuh melon.

Persyaratan tumbuh ini penting dimengerti supaya melon yang dibudidayakan dapat tumbuh secara baik dan sehat.

Berikut persyaratan tumbuh melon yang harus dipenuhi:

  • Tanaman melon tumbuh optimal di ketinggian 250-800 mdpl
  • Iklim hujan sekitaran 1.500-2.500 /tahun
  • Kelembapan udara sekitaran 50-70 %
  • Memakai tanah andosol atau tanah liat berpasir yang mengandung organik tinggi

Langkah Budidaya Melon di Rumah

  1. Penyiapan Alat dan Bahan

Langkah budidaya melon di dalam rumah memakai media polybag atau pot sesungguhnya termasuk gampang.

Ini karena kamu tidak membutuhkan tempat yang luas, tetapi cukup sediakan tempat seperlunya untuk menempatkan polybag atau pot tanaman melon.

Berikut alat dan bahan yang perlu disiapkan:

  • Polybag ukuran sedang ukuran 37×40 cm atau 40×50 cm
  • Lahan tempat tanam, bersihkan lebih dulu
  • Lanjaran dengan panjang 1,5-2 cm untuk ditancapkan pada tempat tanam
  • Pisau potong, gunting, tali, dan paku 2 inch
  1. Penyiapan Bibit

Bibit melon dapat didapat dari toko pertanian paling dekat di wilayahmu dan pastikanlah kamu pilih bibit unggul yang tahan hama supaya tidak ribet kedepannya.

Beli bibit di toko pertanian lebih gampang dibanding dengan membuat bibit melon sendiri yang mutunya belum pasti terjaga.

Bila kamu telah membeli bibit, berikut langkah menyiapkan bibitnya:

  • Rendam bibit semalaman di air yang sudah digabung dengan fungisida
  • Keringkan bibit, lalu taruh dalam tempat gelap sekitaran 12-14 hari sampai jadi kecambah
  • Benih siap dipindah ke media semai

Berikut penyiapan media semainya:

  • Campur tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1
  • Masukan ke polybag

Saat masukkan benih ke media semai, pastikan bagian benih yang runcing dihadapkan ke bawah dan media semai tidak terkena cahaya matahari langsung.

Siram media semai 2x satu hari supaya tidak mengalami kekeringan.

  1. Penyiapan Media Tanam

Perlu kamu kenali, tempat tanam berbeda dengan media semai . Maka sebaiknya kamu betul-betul menyiapkan tempat tanam yang bagus.

Berikut penyiapan tempat tanam melon:

  • Persiapkan polybag
  • Campur tanah, pupuk kandang, dan arang sekam memakai perbandingan 1:2:3
  • Masukan kombinasi itu ke polybag yang sudah dipersiapkan dengan ditambahkan 1 liter humic acid, 2 gram pupuk NPK, dan 5 gram Furadan
  • Aduk sampai rata
  1. Perpindahan Media Tanam

Bibit yang sudah berusia 2-3 minggu semenjak disemai dapat dipindah ke tempat tanam sesuai ketentuan di atas.

Pada usia itu, tunas bibit biasanya sudah mencapai ukuran sekitaran 10 cm.

Siram tempat tanam lebih dulu agar bibit yang sudah disemai dapat cepat menyesuaikan.

Waktu terbaik untuk mengalihkan bibit dari media semai ke tempat tanam ialah sore atau pagi hari.

Hindari mengalihkan bibit di siang hari karena bisa menghancurkan akarnya.

Biasanya, tanaman melon gampang merembet pada umur sekitaran 5-8 hari sesudah dipindah ke tempat tanam.

Pada umur itu, seharusnya tempat tanam telah ditancapkan lanjaran supaya arah rambat tanaman melon dapat ditata.

  1. Pemotongan dan Penyeleksian Buah

Kerjakan pemotongan tiap hari untuk memaksimalkan produktivitas dan perkembangannya karena perkembangan tanaman melon cepat sekali.

Potong cabang yang tumbuh pada ketiak daun pertama sampai ke-8, diamkan daun ke-9 sampai ke-13.

Untuk daun ke-13 sampai ke-17, tidak ada cabang yang perlu dipelihara.

Untuk penyeleksian buah, seharusnya dipilih di antara cabang ke-7 dan ke-12.

  1. Pemberian Pupuk

Sesudah lakukan pemotongan, sebaiknya kamu memberi pupuk dengan ketentuan sebagai berikut ini:

  • Pupuk dasar ialah pupuk mutiara 15 gram dari tiap polybag
  • Pemupukan susulan memakai pupuk NPK 16:16:16 dan KNO3 dengan ditaburkan di sekitar tanaman atau digabung dan disiram ke tempat tanam tanpa mengenai tanamannya
  • Pemupukan susulan hari ke-14 memakai NPK
  • Pemupukan susulan hari ke-24 memakai NPK
  • Pemupukan susulan hari ke-34 memakai NPK
  • Pemupukan susulan hari ke-44 memakai NPK
  • Pemupukan susulan hari ke-54 memakai KN03

Jumlah pada tiap pemupukan adalah 10 gram per polybag dan KNO3 1 gram per liter per polybag.

  1. Pengontrolan Hama dan Penyakit

Berikut beberapa hal yang penting kamu kerjakan untuk pengontrolan hama dan penyakit pada tanaman melon:

  • Buang sisi yang dihinggapi hama
  • Pakai insektisida
  • Pakai fungisida sistemik
  1. Pemanenan Melon

Secara umum, buah mulai berkembang saat tanaman melon masuk umur 20 hari sesudah masuk tempat tanam.

Baiknya, buah dipanen pada umur 60 hari. Berikut beberapa ciri melon yang siap dipanen:

  • Warna kulit buah putih kekuningan
  • Ada cincin atau lingkaran retak pada batang
  • Tercium aroma wangi dari buah melon