Cara Merawat Bunga Adenium Dengan Baik Dan Benar

Bunga Adenium

Salah satu tanaman hias yang sangat diminati oleh warga Indonesia adalah tanaman bunga Adenium, atau bisa kita sebut dengan kemboja Jepang. Tanaman ini adalah jenis tanaman hias dengan batang besar di bagian umbi, ditambah dengan bunganya yang tumbuh dengan berbagai warna.

Tanaman ini berasal dari kota Aden atau ibukota Yaman, yang mana wilayah ini terkenal sebagai wilayah kering, sebab itulah tanaman ini dapat tumbuh di media tanam yang kering. Adenium memiliki cara yang mudah untuk perawatannya, dan tanaman hias ini sangat cocok untuk kalian tempatkan di rumah untuk mempercantik rumah anda.

Adenium memiliki dua jenis bunga, yaitu dengan kelopak bunga yang bersusun dan ada yang mirip dengan bunga mawar. Jika kalian berminat menanam tanaman ini, berikut adalah cara merawatnya.

Cara Merawat Bunga Adenium

1. Menyiramnya Secara Teratur

Kalian bisa menyiram media tanam atau tanah pada tanaman ini jiga sudah terasa kering, jangan sampai anda menyiramnya dengan asal-asalan.

Kalian dapat menyiram bunga ini sebanyak dua kali sehari ketika sudah masuk musim kemarau, pada pagi hari dan sore hari. Tempatkan tanaman di tempat yang teduh, hal ini dilakukan agar tanaman tidak terkena air terlalu sering.

2. Perhatikan Suhu Tanaman

Karena menyukai daerah yang kering, tanaman ini pun sering kali disebut dengan nama bunga padang pasir. Sebab itulah kalian yang menanam tanaman ini perlu memperhatikan suhu tanaman ini.

Misalnya tanaman kalian terasa dingin, kalian bisa memindahkannya ke daerah yang lebih hangat dan terkena sinar matahari. Jika kita mendiamkan tanaman ini terasa dingin atau tetap berada di tempat yang dingin, hal tersebut dapat membuat tanaman ini cepat mati.

3. Pemberian Pupuk

Selama musim hujan, kalian bisa memberikan pupuk cair pada tanaman ini setiap seminggu. Berikan pupuk Kalsium, Fosfor dan Nitrogen yang tercampur, perbandingannya sama rata 20:20:20.

Pupuk dengan kandungan tersebut dapat mempercepat pertumbuhan pada bunga, daun serta akarnya.

Sementara di musim kemarau dan pertengahan musim kemarau kalian dapat memberikannya pupuk sawi. Di umur 3 tahun, tanaman ini bisa kalian berikan pupuk cair.

4. Pergantian Media Tanam

Kalian juga harus mengganti media tanam seiring dengan pertumbuhan tanaman ini yang semakin besar dan lebat. Dengan begitu saat sudah tumbuh besar tanaman ini dapat terlihat lebih subur lagi.

5. Wadah atau Pot yang Benar

Pertumbuhan tanaman ini juga bergantung dengan wadah yang dipakai untuk menanam tanaman ini. Anda akan mendapatkan bentuk bonggol yang gemuk dan unik jika menggunakan wadah yang dangkal. Hal tersebut terjadi kalian akar dari tanaman ini tidak menemukan makanan di bagian bawah wadah, hal tersebut membuatnya mencari di bagian atas.

Beda halnya dengan tanaman yang kalian tanaman dengan wadah seperti polybag, tanaman akan tumbuh panjang dan terlihat kurus. Karena polybag dapat mengusahakan banyak tanah yang membuat akar terus menjalar ke bagian bawah.

6. Sinar Matahari Yang Cukup

Tempatkan tanaman anda di tempat yang terkena sinar matahari, karena memang tanaman ini membutuhkan banyak sinar matahari. Banyaknya cahaya yang tepat untuk tanaman ini akan menyuburkan bagian batang serta daunnya yang lebih subur. Kalian dapat memberinya sinar matahari 4 jam sehari.

7. Sirkulasi Udara

Selain di tempat yang terkena sinar matahari, kalian juga perlu melihat tempat yang higienis serta sirkulasi udaranya yang sangat baik. Tanaman ini tidak boleh berada di tempat lembap, sebab bisa membuat tingkat imunitas bunga ini akan menurun serta gampang terserang hama dan juga penyakit.